4 Tahap Menanam Selada Hidroponik dengan Mudah

Selada adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama sayuran ini adalah sebagai salad. Selada sering digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk sup, sandwich, dan burger. Permintaan akan selada terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia dan meningkatnya kesadaran penduduk akan kebutuhan gizi. Masyarakat sangat menyukai sayuran ini karena memiliki rasa yang enak serta kandungan gizi yang baik. Diketahui bahwa dalam 100 g berat segar selada mengandung protein 1,2 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 2,9 g, kalsium 22,0 g, fosfor 25 mg, zat besi 0,5 g, vitamin A 0,04 mg, vit B 8,0 mg, vit C 8,0 mg, dan air 94,8% (Rukmana, 1994). Seiring dengan berkembangnya teknologi pertanian, semakin banyak juga cara untuk budidaya selada. Salah satu cara yang dapat kamu terapkan adalah menanam selada dengan metode hidroponik.

Menanam Selada Hidroponik Sendiri di Rumah

Jika kamu suka salad, pasti sudah tidak asing lagi dengan Selada Hijau (lettuce). Sekarang, kamu bisa menanam selada sendiri di rumah lho! Berikut ini adalah empat tahapan menanam selada hidroponik menggunakan sistem yang paling sederhana. Baca artikel ini sampai habis ya!

1. Tahap Penyemaian

Sebelum melakukan tahap penyemaian, ada beberapa alat dan bahan yang harus kamu persiapkan, antara lain:

  • Benih Selada
  • Rockwool
  • Pisau
  • Sprayer
  • Tusuk Lidi

Cara menanam selada yang pertama adalah dengan memilih benih dengan varietas terbaik. Ada beberapa jenis benih selada yang bisa ditanam di dataran yang rendah, menengah dan juga tinggi. Ada juga benih selada yang cocok untuk di tanam di kondisi tanah menengah dan juga rendah. Salah satu benih selada yang cocok ditanam di rumah adalah Benih Selada merek Garuda Seed. Kamu bisa menddapatkan benih selada “sinta” Garuda Seed di toko pertanian, atau di e-commerce kesayanganmu.

Dalam menyemai, pilihlah beberapa benih untuk disemai. Jumlahnya sendiri tergantung dengan kapasitas produksi yang kamu miliki. Jika kamu ingin menanam sekitar 30 benih, maka dalam penyemaian kamu bisa menanam sekitar 40 benih.

Rendamlah benih selada Garuda Seed menggunakan air biasa selama 24 jam. Setelah 12-24 Jam, benih akan sprout.

Kemudian, siapkan media tanam. Potong rockwool setebal 2-3cm menggunakan pisau. Rockwool bisa kamu bagi menjadi 18 bagian dengan cara mengiris bagian pendek menjadi 3 bagian dan bagian yang Panjang menjadi 6 bagian. Irislah rockwool sedalam 1 cm saja agar masing masing kotak tidak terpisah.

Lubangi setiap kotak rockwool sedalam 0,5 cm menggunakan tusuk sate/lidi

Masukkan benih selada ke dalam lubang, masing-masing lubang diisi 1 biji. Bahasahilah ujung lidi supaya bisa dipakai untuk mengambil benih selada.

Setelah semua lubang terisi, tahap semaian yang terakhir yaitu membasahi rockwool menggunakan air biasa hingga semua bagian rockwool basah atau lembab. Letakkan semaian di tempat yang cukup sinar matahari langsung, dan jaga rockwool agar tetap lembab dan tidak sampai kekeringan.

2. Tahap Pemindahan

Selama 10 hari menjelang benih dipindahtanamkan, disamping memperhatikan kelembapan rockwool, Anda bisa mulai membuat instalasi sistem hidroponik. Ada beberapa sistem dari hidroponik antara lain:

  • Sistem Wick
  • Sistem Deep Water Culture
  • Sistem Aeroponik
  • Sistem Drip
  • Metode EBB dan Flow
  • Metode Nutrient Film
  • Metode Bubbleponi
  • Sistem Fertigasi

Dari sekian banyak siste, sistem yang akan kami bahas di artikel kali ini adalah sistem yang cukup sederhana yaitu sistem wick. Sistem hidroponik wick adalah salah satu metode hidroponik yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan. Dalam sistem wick, tanaman akan ditempatkan pada sebuah wadah yang diletakkan tepat pada sebuah tempat penyimpanan air. Wadah penyimpanan air tersebut sebelumnya sudah diberikan larutan nutrisi seperti pupuk dan penyubur tanaman. Sistem ini bisa dibuat dengan mudah hanya dengan menggunakan tali atau kain wol dan wadah yang terbuat dari plastik. Sistem wick ini menggunakan metode yang bernama kapiler yang di mana tali atau kain akan menyerap air secara perlahan layaknya sebuah spons dan akan langsung mentransfer air dan nutrisi tersebut pada tanaman yang Anda tanam.

Pada hari ke 10 setelah semai, inilah waktunya pindah tanam. Biasanya, pada hari ke 10 tanaman selada sudah memiliki 3 sampai 4 daun.

Pisahkan/potong rockwool berdasarkan irisan yang dibuat pada step awal. Apabila susah untuk memisahkan rockwool, maka bisa menggunakan cutter untuk memotong rockwool sampe terpisah. Taruh potongan rockwool ke dalam netpot yang sudah dikasih flanel (sumbu)

Letakkan netpot ke dalam sistem hidroponik mini rakit apung atau ada yang menyebutnya sistem wick. Pada tahap ini, kepekatan air nutrisinya adalah 600 ppm.

3. Tahap Pembesaran

Tahap selanjutnya adalah pembesaran. Kamu perlu memperhatikan kepekatan nutrisi yang harus dijaga agar tetap stabil dan jangan sampai kekeringan atau kehabisan air nutrisi. Pada tahap pembesaaran, pengecekan dilakukan setiap 1-2 hari untuk melihat kepekatan nutrisinya apakah sudah berkurang atau masih tetap. Apabila berkurang segera tambahkan pekatan nutrisi.  

Hari ke 17 kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 800 ppm. Tips: apabila kondisi air nutrisi sudah kotor, ganti dengan air yang baru.

Hari 23 kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 1000 ppm. Tips: apabila kondisi air nutrisi sudah kotor, ganti dengan air yang baru.

Hari ke 30 kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 1.200 ppm. Tips: pada hari ke 30 sampai dengan panen lakukan cek air nutrisi tiap hari karena air sangat cepat habis disebabkan oleh penyerapan tanaman.

4. Tahap Panen

Pada hari ke 35-40, selada yang kamu tanam sudah siap untuk dipanen. Lakukan pemanenan dengan hati hati ya sobat, selamat mencoba!

Yuk, Berkebun di Rumah Menggunakan Benih Garuda Seed!